Rabu, 08 Januari 2014

2014, Ekspor RI Ditargetkan Naik 5%



JAKARTA - Tahun lalu memang menjadi tahun yang suram bagi sektor ekspor Indonesia. Kementrian Perdagangan (Kemendag) mencatat, ekspor Indonesia turun sebesar 3-4 persen dengan total nilai ekspor sebesar USD165,6 miliar per Januari-November 2013.

"Karenanya total ekspor 2014 ke depan, minimal dapat berkembang 5 persen, dari apa yang sudah kita capai sekarang menjadi USD190 miliar," ungkap Direktur Jenderal PEN Nus Nuzulia Ishak usai Konferensi Pers Program Pengembangan Ekspor di Gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, Rabu (8/1/2014).

Nus melanjutkan, meski mengalami penurunan di tahun sebelumnya, namun Kemendag optimistis pada 2014 nanti ekspor Indonesia minimal dapat dinaikkan sebesar 4 persen.

"Karena negara mitra kita sudah cukup bagus ekonominya, contohnya Amerika. Ini kan ekonominya sudah membaik. Amerika ini salah satu negara besar dengan peningkatan ekspor yang besar juga," tambahnya.

Berbeda dengan Amerika Serikat (AS), perekonomian Eropa justru tidak menunjukkan adanya pencerahan, hal ini salah satunya dikarenakan adanya perlambatan ekonomi secara global.

"Di Eropa 2014 masih stagnan, tapi Amerika akan mengalami perkembangan. Demikian pula dengan Jepang, Korea, dan Hong Kong," pungkasnya.

Analisa:
Menurut saya kembangin terus eksport keluar negeri supaya kita neraca perdagangan kita tidak defisit. Import harus dikurangin.

Sumber:

Awal tahun, pemerintah sudah berutang Rp 10 triliun



Merdeka.com - Hari ini, Selasa (7/1), Kementerian Keuangan rampung melelang lima seri Surat Utang Negara (SUN). Hasilnya, dana yang dihimpun mencapai Rp 10 triliun, sesuai target indikatif yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014.
Menteri Keuangan Chatib Basri sumringah dengan hasil lelang hari ini. Dia menyatakan, tawaran yang masuk mencapai Rp 29,6 triliun. "Hasilnya cukup bagus, permintaan yang masuk melebihi penawaran tiga kali lipat. Artinya permintaan terhadap surat utang kita masih cukup tinggi," ujarnya di kantornya.
Kelima SUN yang berhasil dilelang bervariasi dalam hal masa jatuh tempo maupun imbal hasilnya. Sebagai contoh, seri SPN03140408 terjual Rp 1 triliun, imbal hasilnya rata-rata 6,2 persen, dengan masa jatuh tempo 8 April 2014.
Ada pula Seri FR0070 yang dimenangkan Rp 4,1 triliun, dengan rerata imbal hasil 9,1 persen, tingkat kupon 8,3 persen, dan waktu jatuh tempo 15 Maret 2024.
Imbal hasil dari kelima seri SUN yang dilelang cukup tinggi, di kisaran 6-10 persen. Chatib beralasan, langkah ini diambil pemerintah menyesuaikan perkembangan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Dia menampik bila tingginya imbal hasil untuk menarik simpati investor asing agar tetap membeli surat utang pemerintah, ketika tappering off berjalan di Negeri Paman Sam. "Yang kita lakukan sekarang adalah akan melihat seberapa besar imbal hasil 10 tahun di Amerika," ungkapnya.
Bila memang nanti imbal hasil yang menyentuh dua digit itu memberatkan keuangan pemerintah, Chatib menjamin siap mengoreksi besaran imbal hasil. Salah satu cara menggantikan peran surat utang dalam pembiayaan adalah memanfaatkan penjualan saham terbatas (private placement).
"Ini baru langkah pertama lelang SUN. Kalau imbal hasil nanti terlalu tinggi, kita punya private placement kan yang tidak harus kita harus ambil lewat lelang di pasar," kata menkeu.
Pelelangan SUN akan dilakukan beberapa kali sepanjang tahun ini. Pemerintah beralasan butuh sumber pembiayaan tambahan, terutama dari utang, untuk menambal kebutuhan APBN 2014.
Berdasarkan rencana Ditjen Pengelolaan Utang, pada semester I 2014, akan diterbitkan kembali global bond, regular bond, lelang SUN reguler, serta private placement. Untuk semester II, Kemenkeu menerbitkan satu sukuk ritel dan satu ORI.
Analisa :
Hutang Indonesia sudah banyak malah menambah lagi, sebaiknya pemerintah harus lebih bijak menggunakan keuangan. Penghematan anggaran di setiap Departemen dan menarik investor dari Negara lain untuk berinvestasi di Indonesia ,kedua ini harus dilaksanakan supaya kita dapat melunasi sedikit demi sedikit utang.

Sumber

Masyarakat Sebenarnya Bisa Dapatkan Gas Rp 36.000 Per 12 Kg



JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah tangga di Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan pasokan gas murah seiring naiknya harga elpiji 12 kilogram. Gas murah yang dimaksud adalah gas bumi yang keberadaannya cukup berlimpah di Indonesia.

Vice President Corporate Communication PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Ridha Ababil menjelaskan, selama ini, harga gas bumi yang dipasok perseroan kepada pelanggan rumah tangga setara dengan Rp 3.000 per kg atau Rp 36.000 per 12 kg.

Menurutnya, PGN ingin sekali melayani pelanggan rumah tangga sehingga konsumen bisa mendapatkan bahan bakar yang jauh lebih murah. Namun, karena terbatasnya pasokan, PGN tak bisa melayani pelanggan rumah tangga dalam skala yang jauh lebih besar.

Hal ini tentu saja ironis karena sebagian besar gas dari Indonesia justru diekspor ke berbagai negara, terutama Jepang dan China. Sementara di dalam negeri, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih mahal untuk membeli elpiji guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pemerintah berkali-kali berdalih bahwa konsumen dalam negeri belum siap memanfaatkan gas. Selain itu, infrastruktur dinilai belum memadai.

"Tanpa menyebutkan komitmen, kami sebenarnya siap memenuhi kebutuhan gas masyarakat. Tapi, ya kembali lagi, ada nggak pasokan gasnya?" ujar Ridha, Rabu (8/1/2014).

Sejauh ini, PGN telah memiliki pelanggan rumah tangga sebanyak 90.000 kepala keluarga yang tersebar di Medan, Palembang, Cirebon, Jawa Timur, Jakarta Timur, Bogor, dan Bekasi. Adapun sebagian besar konsumen gas PGN adalah segmen korporasi.

Analisa:
Gas bumi yang cukup melimpah di Indonesia seharusnya dapat diolah dengan baik. Seharusnya masyarakat tidak membeli mahal .PGN sebaiknya harus membuat skala lebih besar lagi melayani seluruh Indonesia.

Sumber:

Pertamina Jamin Harga Baru Elpiji 12 Kg untuk Konsumen



BOGOR, KOMPAS.com — GM Marketing Operation PT Pertamina (Persero) Regional III Afandi memastikan konsumen di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, mendapatkan elpiji nonsubsidi 12 kg dengan harga baru seusai revisi yang mulai berlaku efektif pada 7 Januari 2014.

Untuk memastikan hal tersebut, Pertamina memasang spanduk dan stiker di agen dan pangkalan. "Kami langsung perintahkan agen untuk memberikan harga baru yang lebih murah," kata Afandi, Rabu (8/1/2014).

Sementara itu, dari sisi pasokan, Afandi menegaskan, untuk Regional III, Pertamina telah menyuplai sekitar 1,1 juta tabung elpiji ukuran 12 kg. "Kini suplai elpiji 12 kg telah kembali normal," imbuh dia.

Sebagaimana diketahui, Pertamina melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar Senin (6/1/2014) memutuskan merevisi kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kg menjadi sebesar Rp 1.000 per kg, dari kenaikan harga sebelumnya yang sebesar Rp 3.500 per kg. Dengan demikian, harga elpiji 12 kg di tingkat agen di Jakarta, sebut Afandi, menjadi sebesar Rp 90.500.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menuturkan, jika ada agen yang menjual elpiji dengan harga terlalu tinggi, Pertamina akan memberikan sanksi sampai pemutusan hubungan usaha (PHU).

Analisa:
Sebaiknya pemerintah beserta pertamina harus memperhatikan kondisi masyarakat. Kenaikan harga epiji yang sangat besar membuat masyarakat menjadi susah.

Sumber:

Rabu, 01 Januari 2014

Tugas ke 4 (bahasa Indonesia 2 )



Contoh Generalisasi

Untuk mendapatkan beasiswa  mahasiwa harus berusah keras memenuhi persyaratan nya sebagai berikut IP minimal 3,0 paling sedikit sudah berada di tingkat 2 baru dapat diajukan. Calon mahasiswa yang menerima beasiswa juga harus bersikap baik. Mahasiswa dapat mengambil formulir dan membawa berkas ke administrator.setelah itu tunggu dikabarkan . tidak mudah untuk mendapatkan beasiswa dari kamus.

contoh analogi
Mahasiswa yang sering masuk dan jarang masuk seharusnya dibedakan. Dosen sebaiknya melihat absensi .yang sering masuk di tambah nilainya dan yang jarang masuk dikurangin nilainya . tetapi keduanya diberikan tugas yang sama dengan tempo waktu yang sama pula.

Contoh kausalitas
Banyak mahasiswa yang jarang masuk. Mereka lebih mementingkan nongkrong daripada belajar didalam kelas. Akibatnya IP nya mendapatkan terburuk.