Rabu, 01 Januari 2014

PT Dirgantara Indonesia Menang Tender di Filipina



BANDUNG,KOMPAS.com - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memenangkan tender pengadaan pesawat untuk militer Filipina. Perusahaan pelat merah yang bermarkas di Bandung ini, siap menjual dua unit pesawat tipe NC212i dengan nilai 18 juta dollar AS atau setara 820 juta peso.
"Kita menang dua unit NC212i di proyek Light Lift Aircraft nilai budget 18 juta dolar," kata Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI Budiman Saleh dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/12/2013).
Tender pengadaan pesawat ini, kata Budiman, diadakan oleh Kementerian PertahananFiliphina untuk keperluan Angkatan Udara.
Masa proses pengerjaan untuk 2 unit diproyeksi menelan waktu 18-20 bulan. NC212i merupakan pesawat generasi terbaru dari pesawat tipe NC212-200 atau NC212-400. Pesawat ini merupakan pesawat berukuran kecil.
Pesawat ini, bisa digunakan untuk keperluan komersial, angkut personil militer, kargo, misi khusus hingga transpotasi VIP. Untuk versi sipil penerbangan sipil, pesawat ini bisa dipasang 24 kursi penumpang.
Budiman menjelaskan, PTDI juga berencana mengikuti tender pesawat tipe medium di Kementerian Pertahanan Filipina. PTDI siap menawarkan pesawat tipe CN235 Maritime Patrol Aircraft asli karya putra bangsa. "Januari 2014 kita akan ikut tender berikutnya untuk 3-4 maritime patrol/military transport CN235," ujarnya.

analisa:
ini adalah kesempatan terbaik buat bangsa ini untuk menunjukan keberhasilan kita di dunia penerbangan. Dengan menang tender ini dapat menjadikan investasi.


Tahun 2013, Rupiah Mata Uang Paling Jeblok di Asia



JAKARTA, KOMPAS.com - Mata uang Asia tahun ini berada dalam kondisi terburuk sejak krisis keuangan global yang terjadi sejak 2008. Banyaknya investor yang kabur dari negara berkembang membuat nilai tukar mata uang di Asia merosot dalam.
Salah satu penyebab kaburnya investor asing itu adalah, adanya pemangkasan stimulus yang dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve. Mata uang yang turun paling dalam di Asia adalah rupiah, yang mencatat pelemahan terdalam sejak sejak tahun 2000.
Setelah rupiah, menyusul rupee, mata uang India yang melemah untuk tahun ketiga. Setelah itu pelemahan juga menerpa mata uang bath Thailand, yang tumbang ke level terendah sejak 2010 akibat kekhawatiran current account dan peningkatan risiko politik.
Sementara itu, mata uang yuan China naik ke level tertinggi dalam 20 tahun seiring dengan pada optimisme pemerintah meningkatkan upaya meningkatkan konvertibilitas mata uangnya. Sedangkan mata won Korea Selatan menguat untuk tahun kedua .
"Kami melihat mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS tahun depan, karena faktor fundamental AS yang membaik dan membaiknya data-data ekonominya, " kata Irene Cheung, ahli strategi valuta asing Australia & New Zealand Banking Group Ltd kepada Bloomberg di Singapura.
Menurutnya, sulit bagi Indonesia dan Thailand untuk memperkuat mata uangnya, sebab kedua negara akan menyelenggarakan pemilu di tahun 2014. Rupiah tahun 2013 melemah 21 persen menjadi Rp 12.180 per dollar AS, sedangkan rupee turun 11persen menjadi 61,8363 per dollar AS, sedangkan baht turun 6,8 persen menjadi 32,82 per dollar AS.
Sementara itu, ringgit Malaysia juga turun 6,8 persen menjadi 3,2825 per dollar AS. Sedangkan peso Filipina turun 7,5 persen, penurunan terburuk sejak 2008. (Asnil Bambani Amri)

Analisa
menurut saya pelemahan nilai mata uang rupiah harus segera ditangani pemerintah secara cepat. Tumbuhkan investasi untuk menguat mata uang kita.

sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/12/31/1423176/Tahun.2013.Rupiah.Mata.Uang.Paling.Jeblok.di.Asia

Cadangan BBM hanya 17 Hari, RI Bisa Kalah Perang dalam 3 Hari



JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan, dibanding negara-negara tetangga, cadangan bahan bakar minyak (BBM) oleh perusahaan minyak nasional atau national oil company (NOC) Indonesia paling minim.

Susilo memaparkan, Malaysia memiliki cadangan operasional 25 hari, sedangkan Singapura memiliki cadangan operasional 30 hari, ditambah cadangan strategis 20 hari. Indonesia, dalam hal ini PT Pertamina (Persero) hanya memiliki cadangan operasional 17 hari.

"Kita tidak punya strategi bisnis. Kalau ibarat perang, kita 3 hari saja meninggal (kalah). Pesawat ada, kapal ada, tapi kan (tangkinya) tidak bisa diisi dengan air," ujar Susilo di Jakarta, Selasa (31/12/2013).

Oleh karena itu, ia berharap, Pertamina dan perusahaan distributor minyak yang beroperasi di Indonesia bisa menaikkan cadangan baik operasional maupun strategis. Dengan demikian, jika dalam kondisi darurat, tidak akan terjadi kelangkaan BBM. Idealnya, lanjut Susilo, pelaku usaha memiliki cadangan operasional antara 20-30 hari.

Ditemui dalam kesempatan sama, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan, saat ini cadangan operasional yang bisa disediakan Pertamina maksimum selama 20 hari. Ia mengakui Pertamina masih perlu membenahi Strategy Petroluem Reserve (SPR).

Saat ini, kata Hanung, kebutuhan BBM untuk jenis premium, solar, minyak tanah, dan avtur hampir menyentuh 165.000 kiloliter per hari. Jika asumsi pertumbuhan kebutuhan per tahun 8 persen, maka 10 tahun mendatang kebutuhan tersebut bisa berlipat dua kali.

"Jika Pertamina tidak membangun fasilitas penimbunan, maka lama-lama akan turun menjadi 10 hari (cadangan operasionalnya)," prediksi Hanung.

Oleh karenanya, lanjut Hanung, Pertamina sedianya telah mulai membangun lokasi penyimpanan BBM skala besar, sepereti di Tanjung Uban Kalimantan, dan Jawa, guna mengantisipasi hal tersebut.

"Pertamina diminta maupun tidak diminta, Pertamina akan siapkan. Karena ini berkaitan dengan ketahanan energi maka ini harus diolah bangsa sendiri jangan diserahkan ke asing. Ini istilahnya seperti gudang messiu, jadi jangan diserahkan ke lawan," pungkasnya.

Analisa :Menurut pendapat saya ,seharusnya Indonesia harus dapat mengolah minyak sendiri supaya ketahanan energi Negara kita tidak kalah dengan Negara tetangga.


Kantor OJK di Seluruh Indonesia Resmi Beroperasi



JAKARTA, KOMPAS.com - Bersamaan dengan beralihnya fungsi pengaturan dan pengawasan perbankan dari Bank Indonesia (BI) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka kantor-kantor OJK di seluruh Indonesia pun hari ini secara resmi beroperasi.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan OJK hari ini secara resmi mengoperasikan tak kurang dari 35 kantor OJK di seluruh Indonesia. Kantor-kantor tersebut terdiri dari 6 kantor regional dan 29 kantor cabang.

"Kantor-kantor kami di daerah pagi ini sudah beroperasi penuh. Selama sepekan terakhir sistem melalui jaringan OJK juga sudah bekerja dengan baik," ujar Nelson pada konferensi pers Serah Terima Pengaturan dan Pengawasan Bank dari BI ke OJK di Gedung BI, Jakarta, Selasa (31/12/2013).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengungkapkan bersamaan dengan mulai beroperasinya 35 kantor OJK di seluruh Indonesia, maka otomatis fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan perbankan, perizinan, pemeriksaan, penyidikan dan perlindungan konsumen telah langsung berjalan hingga ke daerah.

"Ke depan, OJK masih berjalan dengan adanya dukungan dari BI terkait aspek sumber daya manusia, teknologi informasi, fasilitas kantor dan lain-lain," kata Muliaman.

Lebih lanjut, ia berharap melalui inisiatif, sinergi antara OJK dan BI dalam konteks pengaturan dan pengawasan perbankan dapat terjalin. Hal ini karena secara mutlak koordinasi kedua lembaga ini mensyaratkan terbangunnya komunikasi dan koordinasi untuk menjamin terjaganya mikro prudential oleh OJK dan makro prudential oleh BI.

"Pada praktiknya sehari-hari, pengawasan di tingkat mikro dan makro banyak bersinggungan dan membutuhkan komunikasi dan koordinasi dengan cepat dan efektif," kata Muliaman.

Analisa:
Menurut saya dengan berjalan nya OJK diseluruh Indonesia dapat membawa dampak positif buat perbankan Negara ini

Sumber :

Agung Laksono: Diharapkan BPJS Berkelas Dunia



JAKARTA - PT Askes (Persero) berubah menjadi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan dan PT Jamsostek (Persero) berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan. Perubahan keduanya sejak 1 Januari 2014.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Sosial Agung Laksono menyampaikan, hal ini menjadi suatu bentuk ketegasan atas komitmen pemerintah mengimplementasikan sistem jaminan sosial nasional untuk memberi perlindungan menyeluruh dari lahir sampai meninggal dunia.

"Ini kita wujudkan supaya engga jadi impian saja," ucapnya saat menghadiri acara pergantian BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di Menara Jamsostek, 31 Desember 2013, malam.

Dalam sambutannya Agung melanjutkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meresmikan pergantian program ini berharap, berjalannya peralihan tersebut tidak  mengurangi atau menghentikan pelayanan yang udah ada.

"Selama proses transformasi berlangsung, tetap beri pelayanan bagi peserta, haknya jangan sampe putus," ucapnya.

Agung juga menyampaikan, sampai 30 Juni 2015 nanti, sesuai dengan undang-undang, BPJS akan tetap menyelenggarakan jamsostek sebelumnya, kecuali pembelian alat kesehatan dari BPJS ketenagakerjaan ke kesehatan. "Artinya pelayanan jadi tetap dilaksanakan," katanya.

Di akhir Agung menyampaikan, dengan perbaikan dan peningkatan yang dilakukan BPJS dapat menjadi pelayanan kesehatan yang berkualitas internasional.

"BPJS diharapkan menjadi (program) yang berkelas dunia," tutup Agung.

Analisa :
menurut saya diadakan BPJS sangat baik karena masyarakat sangat membutuhkan asuransi kesehatan. Supaya yang miskin dapat terbantu untuk berobat

sumber