Sabtu, 02 November 2013

Makin banyak orang Indonesia rajin menabung



Merdeka.com - Hasil survei bertajuk Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions memberi gambaran, makin banyak konsumen Indonesia yang mengalokasikan dananya untuk menabung.
Managing Director Nielsen Indonesia Catherine Eddy mengatakan, konsumen Indonesia yang mengalokasikan dana cadangan untuk menabung pada kuartal III 2013, meningkat lima poin dibanding kuartal sebelumnya.
"Di Indonesia, tiga dari empat konsumen mengalokasikan dana cadangan mereka untuk menabung atau meningkat menjadi 76 persen dan 24 poin di atas rata-rata global yang 52 persen," ujar Catherine melalui siaran persnya yang diterima merdeka.com, Sabtu (2/11).
Tidak hanya orang Indonesia, konsumen di Vietnam juga makin banyak yang gemar menabung. Konsumen Vietnam yang gemar menabung naik menjadi 72 persen. Begitu pula dengan Thailand yang meningkat menjadi 68 persen, Singapura yang naik jadi 64 persen. persen. Sebaliknya, di Filipina justru turun tiga poin menjadi 67 persen, dan Malaysia turun empat poin menjadi 57 persen.
Catherine menuturkan, konsumen di Asia Tenggara berada di urutan teratas dalam hal menabung. Langkah mereka menyalurkan kelebihan dana untuk menabung juga menjadi hal pertama yang dilakukan konsumen, setelah mereka menutup biaya hidup utama.
"Di luar kepercayaan diri mereka, konsumen masih mengindikasikan mereka siap untuk mengalokasikan sebagian dari dana cadangan mereka untuk liburan, teknologi baru dan berinvestasi dalam saham dan reksa dana," kata Catherine.
Dalam satu tahun terakhir, konsumen di Asia Tenggara telah mengubah kebiasaan belanja untuk menghemat pengeluaran rumah tangga. Bahkan, 90 persen konsumen di Thailand dan Vietnam memperlihatkan kecenderungan kuat untuk mengekang pengeluaran rumah tangga.
"Tingkat tertinggi yang tercatat secara global dalam survei Nielsen dan 26 poin lebih tinggi dari rata-rata global yang 64 persen; diikuti oleh Indonesia sebesar 82 persen, Filipina 80 persen, Malaysia 79 persen dan Singapura 62 persen," jelas Catherine.
Area-area yang diindikasikan akan dikurangi untuk menghemat pengeluaran rumah tangga, menurut Catherine, salah satunya fashion dan hiburan di luar rumah. "Konsumen di Vietnam memiliki kecenderungan tertinggi untuk mengurangi belanja pakaian baru yakni sebesar 62 persen, diikuti oleh Malaysia 61 persen dan Filipina 61 persen," ucapnya.
Konsumen Vietnam juga mengindikasikan kecenderungan tertinggi untuk mengurangi hiburan di luar rumah yakni 60 persen, diikuti oleh Thailand 57 persen dan Malaysia 52 persen.
Analisa:
Menabung itu hal yang sangat tepat untuk orang Indonesia. Ketika semua harga melambung naik dengan ada tabungan maka ada cadangan uang . pengeluaran yang tidak terlalu penting seharusnya dikurangin .


Sumber  http://www.merdeka.com/uang/makin-banyak-orang-indonesia-rajin-menabung.html


Jumat, 01 November 2013

tugas 1 ( bahasa indonesia 2)



1.     Jelaskan dengan contoh “ Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar “!
2.     Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi !

Jawaban :

1.Penggunaan bahasa indonesia secara baik dan benar harus secara baku dan dapat dimengerti yang disampaikan kepada lawan bicaranya.  contohnya :  tidak menggunakan bahasa gaul .

2. Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi ,contohnya : ketika kita sedang berbicara dengan menggunakan bahasa isyarat terhadap orang yang tidak dapat berbicara. Dengan menggunakan bahasa isyarat maka orang tersebut mengerti .

Apindo: Kerugian Mogok Buruh Ratusan Miliar



JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, kerugian akibat mogok nasional yang dilakukan para buruh, mencapai ratusan miliar rupiah.

"Diperkirakan kerugiannya ratusan miliar karena mogok selama dua hari, tapi untuk pastinya kami masih menghitungnya," ujar Sofjan di Jakarta, Jumat (1/11/2013).
   
Dia mengatakan, kerugian besar diderita pengusaha karena para buruh melakukan mogok dan melakukan penyisiran terhadap pabrik yang masih beroperasi.
  
Aksi mogok tersebut, lanjut dia, bisa mengakibatkan menurunnya iklim investasi di Indonesia. "Banyak para investor yang mengancam akan hengkang," kata dia.
  
Pada 2012, lanjut dia, banyak investor yang pergi dari Indonesia akibat kondisi yang tidak baik dan mengakibatkan kurang lebih sebanyak 200.000 buruh terkena pemutusan hubungan kerja.

Sofjan menambahkan, mogok kerja adalah hak serikat pekerja, namun masalahnya terjadi pemaksaan agar buruh yang lain juga turut serta dalam mogok kerja tersebut. "Para buruh yang mogok masuk ke pabrik dan melakukan penyisiran terhadap buruh yang bekerja," ujarnya.

Para buruh melakukan aksi mogok nasional di sejumlah daerah pada Kamis (31/10) dan Jumat (1/11). Aksi tersebut membuat sejumlah kawasan industri lumpuh dan pabrik-pabrik tidak beroperasional.

 

Analisa:

Menurut saya aksi demo buruh menuntut upah kenaikan gaji itu sebaiknya tidak harus berhari-hari karena akan berdampak ruginya pendapatan suatu perusahaan. Selain itu dampak aksi demo buruh adalah takutnya investor asing untuk menanamkan investasinya ke Indonesia.  Investor kabur otomatis akan pengaruh terhadap neraca perdagangan .

Sumber
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/01/1613349/Apindo.Kerugian.Mogok.Buruh.Ratusan.Miliar

 

Menkeu: Waspadai Inflasi Tinggi Bulan Desember



Menteri Keuangan M. Chatib Basri menuturkan pemerintah berharap inflasi hingga akhir tahun 2013 bisa di bawah 9 persen.

Menurut Chatib, melihat inflasi bulan Oktober 2013 yang cukup rendah sebesar 0,09 persen, ia optimistis dalam rentang waktu 2 bulan diprediksi inflasi bisa di bawah 9 persen, meski biasanya ada tren kenaikan pada bulan Desember.

“Target sampai akhir tahun mudah-mudahan bisa di bawah 9 persen, karena sisanya tinggal bulan November - Desember. November biasanya rendah, Desember agak tinggi,” kata Chatib di Jakarta, Jumat (1/11/2013).

Lebih lanjut ia memproyeksikan bahwa inflasi year to date (ytd) hingga akhir tahun masih di bawah 8,32 persen. Ia mengatakan pemerintah harus merespon positif kecenderungan inflasi yang meningkat pada Desember.

Sementara itu, dari sisi neraca perdagangan yang mengalami defisit 660 juta dollar AS. Chatib menilai hal itu masih bisa ditoleransi. Malah, ia mengaku pernah memroyeksikan defisit neraca perdagangan menyentuh di bawah 1 miliar dollar AS.

“Jadi kalau misal terjadi defisit neraca perdagangan 660 juta dollar AS, saya yakin sampai kuartal III-2013 defisit transaksi berjalan masih di bawah 4 persen. Mungkin kita bisa bicara defisit transaksi berjalan sekitar 3,3-3,5 persen sampai akhir tahun,” sambung mantan kepala BKPM itu.

Ia menambahkan bahwa hal itu menunjukkan neraca perdagangan sudah mulai pulih. Meski diakui Chatib, perkiraaan defisit transaksi berjalan baru bisa dicapai 2014 mendatang.

Sebagai informasi, pagi ini adan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, inflasi bulan Oktober 2013 tercatat 0,09 persen. Sedangkan bulan September sebelumnya tercatat deflasi sebesar 0,32 persen.

BPS juga melansir nilai ekspor Indonesia pada September 2013 mencapai 14,81 miliar dollar AS, naik 13,19 persen dibanding Agustus 2013 sebesar 13,16 miliar dollar AS.

Kenaikan diikuti dengan kenaikan impor sebesar 18,86 persen, dari 13,03 miliar dollar AS pada Agustus 2013 menjadi 15,47 miliar dollar AS pada September 2013. Dengan demikian, sepanjang September 2013 terjadi defisit perdagangan sebesar 660 juta dollar AS.


Analisa:
inflasi menyebabkan semua harga menjadi melonjak naik. Dengan ini pemerintah harus bisa mengatasi itu dengan baik cepat dan tepat. Jangan sampai dibiarkan inflasi tinggi itu terjadi. Karena rakyat lah yg menderita nantinya.

sumber: